Selasa, 18 Februari 2014

Antara Kulit, Telinga dan Mata yang Merindu

1392145845126605499
Miss the air

Jangan pergi wahai udara, terus hembuskan angin asmara
Tanpamu tak ada sirkulasi di pori, tanpamu keringat ini akan terus menagis
Aku kulit selalu menanti, walau hanya hembusan dinginnya salju
Jika kau tak ada hanya kering dalam diriku, oh mengertilah wahai udara,


Datanglah selalu  kasihku udara, berikan selalu bisikan lagu lembutnya  pagi
Cuma diriku telinga yang selalu bahagia menanti nyanyianmu
Nyanyian merdumu bersama dahan dan ranting
Tolonglah selalu  dekatku hai udara, diri ini  takut akan kesunyian…..


Tetap di sini pujaanku udara, hanya matalah yang selalu kagum denganmu
Ikut berdansa saat kau bergerak bersama air, turut menari saat kau berputar dengan rerumputan
Semua itu membuat mata jiwaku besorak mengelora, serta melompat melihatmu ada


Bawalah diri ini terbang sayangku udara,  memandang indahnya alam semesta….
Ketauilah kau  belahan raga…
Kami butuh dan  kami selalu rindu….. engkau udara…


Moskow, 23.22, 110214
Bersama nyanyian merdu malam