Senin, 09 September 2013

Suatu hari perjalanan ke KBRI Moskow

Sedikit cerita ringan yang saya rasa menarik, karena dalam perjalanan saya dengan berjalan kaki dari Leninsky Prospek (salah satu jalan besar di Moskow) bisa di dapat pemandangan yang menarik yang kita tidak temukan di Indonesia, di harapkan dari cerita ringan ini bisa sedikit menggambarkan tentang Moskow atau penadangan sepanjang perjalanan saya ke KBRI MOSKOW








Pernah melihat pohon apel secara langsung, mungkin yang daerah Malang pasti pernah, kebetulan perjalanan yang saya lewati ada sebuah pohon apel merah tepatnya di tengan-tengah taman, di mana taman ini memang di peruntukkan pejalan kaki, herannya walaupun banyak orang ang lalu-lalang tak ada seorangpun yang punya keinginan untuk mengunduh/ memanjat/memetik apel ini, nggak kebayang kalau ada di jalan umum Indonesia, jangankan menunggu apel sampai ranum, masih kecil saja pasti sudah lenyap atau tak terlihat di pohonnya lagi ( lumayan biar masih kecil buat ngerujak... :P )


















Saat perjalanan yang juga cukup menarik depan jendela rumah dan apartemen juga banyak di jumpai seperti gambar berikut ini, dimana bunga di pelihara di depan jendela, sehingga manjadi pemandangan yang menarik.




Kalau melihat secara detail gedung ini pastilah bertanya, karena bentuk bagian atas gedung cukupah unik,  gedung yang unik ini merupakan gedung tempat penelitian ilmuan, khususnya bagian matematika, jadi tidaklah heran jika bentuknya unik bahkan berkesan rumit sepertinya memang di rancang sesuai dengan teori matematik yang ada.

Ini adalah telpon umumnya di Moskow, walaupun bentuknya kuno tapi masih bisa digunakan, kira-kira 10 tahun yang lalu telpon seperti  ini masih  di temukan di Jakarta, sekarang saya belum pernah melihat lagi keberadaannya telpon umum seperti ini








 Di tengah perjalanan saya menuju stasiun metro, melihat kumpulan bunga yang warna-warni cukup lah menarik apalagi di tengah terik matahari, sehingga kontras sekali di pandang, sebetulnya bunga ini juga terdapat di Indonesia, hanya saja keberadaanya di pinggir trotoar untuk pejalan kaki membuat pemandangan jadi indah.


 Sampah di kota Moskow di tampung di dalam bak besi yang berwarna coklat ini, dan  tiap penghuni aparteman akan membuang sampahnya ke dalam bak ini, tiap gedung apartaemen mempunyai satu atau lebih bak sampah yang cukup besar seperti ini. Hanya sayangnya di sini belum ada pemisahan pembuangan sampah yang organik atau non organik.

Setelah bak penuh akan dia angkut oleh truk pengangkut untuk dia tuangkan ke truk penampung. Biasanya bak sampah diambil setiap hari atau kadang dua hari sekali.

Seperti di lihat di gambar truk pengangkunya itu buatan Rusia, beberapa kali saya pernah lewat pabrik pembuatan kendaraan berat seperti ini. Banyak jenis kendaraan berat yang di buat yang umumnya buatan Rusia itu kokoh, karena orang Rusia cenderung mengutamakan fungsi untuk pembuatannya. Tidaklah heran jika banyak kendaraan transportasi atau struktur penunjang bangunan di sini banyak yang kokoh, ini dikarenakan ilmu metalogi  Rusia yang sudah baik sekali dan bahkan di akui dunia.



Toko klontong,  saat musim panas seperti ini toko klontong akan di buka pintunya seperti ini, sehingga kita bisa saja sekilas melihat dari luar jika ada yang kita cari, tapi kalau saat musim dingin jangan harap ada pintu yang terbuka, kita harus masuk ke dalam, walaupun barang yang di cari tidak ada, pemilik toko tidak akan menatap anda dengan kesal, karena di sini hanya lihat-lihat bagi mereka bukanlah masalah.

Bisa di foto terlihat ada jerami yang berbentuk sapu, Ya...itu memang sapunya Rusia, jadi jangan harap dapat sapu ijuk di sini, kalau mau beli sapu pasti yang akan di kasih sapu jerami.





Alhamdulillah... bagi yang beragama Islam, di Moskow sudah cukup banyak produk makanan halal di jual, bahkan ada toko atau mini market tertentu yang hanya menjual produk halal, jadi tidaklah kawatir untuk kesulitan untuk mencari produk halal, bahkan di sini produk halal bersertifikat resmi MUInya  sini.

Tulisan besar yang tertera di plang toko bacanya MIYASA atau aneka daging jadi toko halal ini menjual aneka daging






Kereta bawah tanah (metro) di buka pada tahun 1935, dimana ekalator
dalam stasiun metro di Moskow umumnya curam-curam, ini menunjukkan bawa terowongan metro di buat sangat dalam, dan konon awalnya trasportasi kereta bawah tanah ini dibuat untuk rute pelarian, atau tempat berlidung saat perang bahkan perang nuklir sekalipun.

Tak bisa di bayangkan bagaimana dahulu membangun stasiun Metro ini, walaupun pembangunan awalnya hanya 11 km dan 13 stasiun, untuk saat itu membangun jalur Metro sangatlah canggih, dan tidak tau berapa lama dan menggunakan apa pembangunannya saat itu, hal ini merupakan suatu yang cukup mengagumkan bukan !, bahkan sampai saat ini eskalator yang sudah tuapun masih dapat di pergunakan, dan berfungsi cukup baik.







Dari dahulu produk Rusia terkenal dengan kekokohannya, dan daya tahannya, sebut saja senjata AK 47 yang terkenal sampai sekarang masih digunakan dengan segala keunggulanya, begitu pula dengan gerbong keretanya sediri, kebanyakan gerbong kereta Metro yang digunakan saat ini merupakan produk lama, terlihat dari warnanya yang sudah sangat pudar dan disainnya yang kuno, tentunya dari segi kekokohan janganlah di tanya, sehingga sampai saat ini masih dapat di gunakan.





Ini adalah tempat keluar metro, bisa di lihat bentuknya modelnya cukup kuno, dan untuk pintu masuknya kurang lebih bentuknya sama seperti ini










Di luar pintu keluar atau masuk di beberapa stasiun Metro terdapat kios-kios yang menjual berbagai macam kebutuhan, dari baju, perhiasan, rokok, snack, roti dan lain-lain, sehingga seperti pasar dengan kios-kios tapi letaknya di dalam lorong,  di sini suasananya terlihat sangat colorfull alias macam-macam, ramai, penuh dengan warna warni aneka dagangan :D





Ini gambaran kerluar masuknya dari lorong stasiun Metro, bentuknya dari beberapa stasiun Metro yang ada hampir sama, dimana pintu keluar dan masuknya turun kebawah melalui lorong.

Bicara tentang pintu keluar masuk yang turun ke bawah, bukan hanya stasiun metro yang  menuju pintunya turun ke bawah tanah, di sini ada juga Mall alias tempat belanja mewah yang pintu masuknya turun ke bawah tanah, Jadi bagunan Mallnya bukan ke atas, tapi ke bawah seperti bunker dan bahkan sampai tiga lantai ke bawah... keren juga ya...











Cukup unik juga melihat nenek ini asik menyusun pakaian dalam baru, pastinya bukan untuk di jemur.Sebenarnya nenek ini  sedang menjajakan jualannya, yaitu pakaian dalam wanita, di sini banyak nenek-nenek  (atau bahasa Rusianya BABUSKA ) berjualan seperti ini, biasanya jualannya di depan Metro, seperti di Indonesia penjual kaki lima di stasiun bis. Hanya di sini yang jualan kebanyakan penjualnya adalah nenek-nenek dan membawa tas troli. Barang yang di jualnya beraneka ragam ada dari aneka garment  sampai sayur, buah, hasil karya kerajinan tangan, dan lain-lain. Kebanyakan yang jualan pasti nenek-nenek mungkin karena biaya hidup yang cukup tinggi ,dan tunjangan untuk lansia yang kurang jadi mereka cari tambahan dengan berjualan.








Kebetulan saya melewati jalan yang ada gerejanya
Foto ini ini di ambil di depan Gereja Ortodoks dekat stasiun metro

Hampir di setiap negara mempunyai pengemis, begitu pula di Rusia, nenek ini sedang mengemis dengan mengharapkan menaruh uang di atas buku (mungkin alkitabnya), biasanya ada juga pengemis yang menaruhkan kaleng uangnya di sampingnya.

Untuk masuk gereja di Rusia yang beraliran Ortodok, wanitanya di haruskan memakai tutup kepala, seperti hanya nenek pengemis ini.


Kira-kira 2 km dari tempat ini saya sudah sampai di KBRI Moskow, saya tidak mengabil foto lagi karena saya rasa sudah cukup banyak yang di ceritakan, yang sisanya akan saya sampaikan lain waktu.

Dari perjalanan singkat saya, ternyata banyak yang bisa di ungkapkan dan di gambarkan, rasanya ini cukup menarik, karena kita tidak temukan di Indonesia, semoga cerita ini bisa menggambarka sebagian kecil dari suasana Moskow saat ini, serta semoga juga berguna untuk semua :)