Sabtu, 18 Januari 2014

Pengobatan dengan Air Laut untuk Selaput Mukosa?

(Semua yang dari alam pada dasarnya baik) Melihat obat  di apotik Moskow ini, dan ternyata banyak sekali  perkembangan alternatif yang digunakan untuk pengobatan suatu penyakit. Hal yang menarik yaitu banyaknya obat yang di promosikan berasal dari alam, secara pribadi setuju dengan pengobatan ini, tapi untuk seorang kesehatan pengobatan harus berdasarkan penelitian teruji secara ilmiah dengan baik.

13898625611872274414
sumber delta-medical.ru

Salah satunya ada obat yang menggunakan air laut steril untuk memperbaiki fungsi jaringan selaput  mukosa. Jaringan selaput mukosa ini terdapat pada tubuh kita, diantaranya pada rongga hidung, rongga mulut, bibir, rongga telingga serta lainnya

Penyakit yang tejadi karena adanya gangguan pada selaput mukosa, kebanyakan biasanya berhubungan dengan penyakit saluran pernafasan atas yang  sering  dialami. Rusaknya jaringan mukosa dapat membuat gangguan fungsional sel-sel lainnya yang terdapat pada jaringan setempat. Contohnya pada Rhinitis dan Faringitis.

Pada  Rhinitis mekanisme penyebabnya yaitu gangguan mukosa hidung , sehingga fungsi mukosilia  yang  terdapat pada hidung dari sel epitel bersilia terjadi  gangguan, ini membuat akumulasi terus menerus lendir dan terjadi kerak . Pada faringitis  karena kelainan pada selaput mukosa  lendir yang menjadi kering,  juga penipisan pada mukosa selaput, dan terdapatnya luka pada jaringan mukosanya.

Sejak zaman kuno, manusia telah mencoba berbagai cara untuk mengembalikan fungsi mukosa biasanya yang terdapat pada hidung dan faring. Kemudian ditemukan terapi dengan air laut ini , karena karakteristik fisik dan kimia di duga bisa membantu dalam pengembalian fungsi mukosa ini . Penggunaan air laut yaitu sebagai irigasi, bilas, cuci hidung, mulut, tenggorokan, telingga  perbaikan sel kulit mukosa pada bibir.

Pada air laut terdapat bentuk senyawa yang terutama klorida (88% berat dari total padatan terlarut), diikuti sulfat (10,8%),  karbonat (0,3%), sisanya (0, 2%) meliputi senyawa silikon, nitrogen, fosfor dan bahan organik. Persentase garam yang terkandung sebagai berikut: natrium klorida menempati posisi dominan dan 77,8%, diikuti oleh magnesium klorida (garam Epsom), 4,7%, kalsium sulfat, 3,6%, kalium sulfat, 2,5%, kalium karbonat - 0,3%, magnesium bromida, 0,2% saline, Mikronutrien, dan lain lain .

Mekanisme kerjanya yaitu air laut yang disterilkan menjadi lebih isotonik, sehingga untuk mukosa hidung misalnya jadi lebih mendukung keadaan fisiologis normal dari mukosa hidung. Garam pada air laut pada mukosa hidung berguna sebagai pencairan produksi lendir dan normalisasi  sel goblet di mukosa. Mikronutrien pada air laut berguna untuk  meningkatkan fungsi sel-sel bersilia dari epitel bersilia, yang dapat meningkatkan ketahanan mukosa hidung dan membuat  lebih tahan terhadap bakteri patogen  juga  virus, sehingga dapat sebagai pembersihan yang baik dari kotoran. Begitu pula pada jaringan mukosa lainnya dalam tubuh,  mekanisme kerjanya sama  yaitu berguna sebagai pengembalian fungsi jaringan mukosa itu, yang dapat membuat ketahanan jaringan. Sehingga merangsang  fisiologis jaringan di sekitarnya.

Air laut steril ini dapat berupa  semprotan (spray ) yang diduga aman mencuci rongga hidung, dapat juga berupa  dengan lavage nasal, bisa juga sebagi pencuci telinga, bahkan ada yang berupa salep yang dapat digunakan untuk kulit yang gunanya  sebagai penenang, pelembabkan mukosa kulit dan mencegah kerusakan mukosa kulit.

Karena keadaanya yang alami maka obat dapat digunakan untuk, anak bayi, anak-anak,  ibu hamil juga ibu menyusui.

Di lihat dari sumber keterangan pemakaian air laut steril ini sepertinya sudah terbukti pengujian secara klinis, tapi dalam pembuktian secara pribadi  belum pernah mengetahui secara pasti. Sepertinya tidak ada salahnya sebagai referensi untuk masukkan alternatif  dalam dunia kesehatan kita.

Senang berbagi :
Baik juga kirannya menjadikan suatu yang baru sebagai solusi jika sudah berdasarkan perhitungan dan penelitian yang cukup matang

Moskow, 160114