Sabtu, 28 Maret 2015

Flu Kok Bisa Jadi Menigitis

Kalimat yang pernah ditanyakan dahulu, saat berada di rumah sakit. Suatu penyakit yang gejala awalnya bisa hanya seperti flu saja,  dan dalam satu atau beberapa hari, bahkan dalam beberapa jam bisa saja menjadi lebih berkembang.

Jadi sebenarnya apa meningitis itu, apa penyebabnya dan bagaimana gejalanya, desak salah satu saudara di saat berada di ruang tunggu. Kemudian akhirnya kami membahas lebih banyak tentang penyakit selaput sistem saraf pusat ini, dari penyebab, gejala dan lainnya.

Penyakit ini sebenarnya bisa di bilang relatif jarang atau langka terjadi, suatu penyakit infeksi yang mengenai selaput halus yang melindungi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) atau disebut juga dengan selaput meninges. Selaput ini secara anatomi terdiri dari tiga lapisan atau membran yaitu dura mater, arachnoid mater serta pia meter.
......
baca lebih banyak disini
the meninges, interactive-biology.com
the meninges, interactive-biology.com

Kamis, 26 Maret 2015

Hanya Untuk Menjadi Lebih Baik



" Yang paling berharga itu uang & Kekuasaan - emas- permata - Ternyata BUKAN juga ......yang paling Penting dan Paling mahal itu "KESEHATAN dan NAMA BAIK"....Merupakan rangkaian kata yang cukup  bijaksana, dan ada bagian yang menarik tentang kata "nama baik".

Rasanya "nama baik" tentu diidamkan setiap orang, seperti kata pepatah, Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.  Sayangnya   ada saja yang ingin mempertahankan nama baiknya dengan cara apapun,  dimana demi itu manusia begitu bersemangat untuk menutupi kekurangan mereka, mereka tutup sebisa mungkin, kejelekan sekecil apapun, dibungkus rapat jangan sampai ketahuan. Hal ini dikarenakan mereka ingin mendapatkan kehormatan dimata manusia, sungguh kasihan mereka.
Padahal kehormatan di sisi Allah adalah jauh lebih mulia.”

Jika mau jujur bisa jadi kita dipandang baik kadangkala bukanlah karena benar-benar baik, tapi bisa jadi karena Allah menutup aib dan kejelekan yang ada pada diri kita.

Untuk nama baik pula ada juga yang curhat seolah -olah bagian dari orang yang teraniaya,  padahal belum tentu suatu kebaikan ia sampaikan lebih baik daripada orang lain yang di bicarakan.

Baiknya bertanya kembali, apakah yang dilakukan merupakan kebaikan dan empati murni tanpa maksud apapun...melainkan hanya karena Allah semata

Senang berbagi...  Yang paling mahal adalah NAMA BAIK KARENA ALLAH SEMATA

Kamis, 19 Maret 2015

Traditional House

Each country has a characteristic of their traditional houses 
Home as a place for shelter, with all affection, education and health...there are all in it.If want to pay attention to every each country has an awesome characteristic house...






Setiap negara mempunyai ciri rumah tradisional masing-masing
Rumah sebagai tempat berlindung, dengan semua kasih sayang, pendidikan dan kesehatan ada semua di dalamnya.
Jika mau memperhatikan tiap negara masing-masing punya ciri rumah yang mengagumkan....


















Selasa, 17 Maret 2015

A Little Bit of Lampung Indigenous "BEGAWI"

ADOK CUSTOM (one of Begawi custom possession)
In Lampung indigenous (custom), person should have a clan title or ADOK which will be given at the time they would get married. People "Lampung / ulun lampung" upon marriage but to follow and comply with the rules of religion and government rules then that person will follow the traditional procession awarding ie with do percussion cymbals  "tabuh canang".
Terms someone who will have a clan title in the procession of the ceremony was the buffalo mesol horek (slaughter buffalo alive) or buffalo also can be by replacing it with a goat but and adding custom money amounting to 12 000 rupiah, if these requirements are already met then the next will be "nitik canang (provide clan title) " as a sign ratification the conferment of customary title. One buffalo can live tactic to give the title a total of five people who are still in the family. Someone who will be given the title should tell "penyimbang" (clan elders and holders) five "kebuayan ( one common ancestor)" or only minimally to clan holder . "Nitik canang" Usually does not directly by "penyimbang" but is represented by "pengelaku" ("pengelaku" is designated person / trusted by clan holder in indigenous affairs).
Rumah adat jajar Intan  http://jajar1ntan.blogspot.ru/


Sedikit tentang adat Lampung
---- BEGAWI ---

Adat ADOK (alah satu rangkaian dalam begawi)
Dalam adat Lampung, seseorang harus mempunyai gelar atau adok yang akan diberikan pada saat mereka akan menikah. Orang Lampung/"ulun Lampung" pada saat menikah selain mengikuti dan memenuhi aturan agama dan aturan pemerintah maka orang tersebut akan mengikuti prosesi adat pemberian gelar yaitu dengan melakukan tabuh canang.
Syarat seseorang yang akan mendapat gelar dalam prosesi akad nikah adalah dengan mesol kerbau horek (memotong kerbau hidup) dan dapat juga sebagai  pengganti kerbau yaitu dengan seekor kambing tetapi dengan menambahkan uang adat sebesar 12. 000 rupiah (atau kelipatan 12), jika syarat-syarat tersebut sudah dipenuhi maka selanjutnya akan dilakukan nitik canang sebagai tanda pengesahan penganugerahan gelar adat tersebut. Satu ekor kerbau hidup tersebut dapat dipakai untuk memberi gelar sebanyak lima orang yang masih dalam satu keluarga. Seseorang yang akan diberi gelar harus memberi tahu penyimbang-penyimbang (para tetua dan pemegang) marga lima kebuayan (nenek moyang yang sama) atau minimal kepada penyimbang marganya saja. Biasanya yang melakukan nitik canang tidak penyimbang marganya langsung tetapi diwakili oleh pengelaku (pengelaku adalah orang yang ditunjuk/dipercaya oleh penyimbang marga dalam urusan adat).
Senang berbagi
Bangsa yang besar, bangsa yang mencintai serta melestarikan  budanyanya

Jumat, 13 Maret 2015

Sttt... Rahasia...

shh... by M4rea


Baru selesai nonton serial tv "FOREVER", serial yang menceritakan dokter yang bisa hidup selamanya, menarik menonton ini karena ada unsur  medis yang di kemas dalam kehidupan keseharian walaupun tidak lepas dengan bumbu pengamatan dalam suatu pembunuhan. Terlepas dari hidup selamanya yang di miliki sang dokter, yang sepertinya sangat kecil bisa menjadi hidup selamanya,karena dengan dasar cerita penyebab hidup selamanya itu tidak kuat, tapi cerita ini membuat menarik yaitu menggambarkan masa lampau dan masa kini yang ternyata mempunyai kesamaan, selain itu sang dokter harus menyimpan rahasia untuk ini semua.

Hal yang sama seperti pada serial tv  "ARROW",  ceritanya masih tetap saja tidak jauh berbeda, membahas tentang rahasia  yang juga ada mewarnai di dalamnya. Karena itu ternyata "rahasia" merupakan salah satu elemen yang mendominasi dalam kehidupan manusia, suatu hal  atau tindakan  abu-abu, tapi tetap di gemari.

Setiap manusia mempunyai rahasia sekecil apapun entah itu untuk suatu hal yang baik ataupun tidak, tapi yang pasti yang namanya rahasia yang dilakukan manusia merupakan tindakan  abu-abu, dan  bisa mendulang akibat negatif atau  positif. Bahkan jika mau di pikir lebih, bumi sendiri mempunyai rahasianya sendiri, hanya saja rahasia bumi bukan hal yang abu-abu, karena manusia yang harus berusaha untuk menggapainya, entah itu untuk yang baik atau tidak, dan semua itu diberikan dari ketentuan Yang Maha Pencipta.

Sebaik-baiknya rahasia ada konsekuensi yang akan di dapat, tapi rasanya lebih baik lagi jika mengutamakan suatu kejujuran, mengatakan terus terang, karena demi apapun rahasia bukan hal yang baik. Suatu kejujuran akan lebih baik, tapi bukan suatu kejujuran demi hal yang untuk menguntungkan diri (ini bukan jujur namanya), kenapa tidak buat kejujuran untuk suatu apapun yang murni, baik serta benar...

Stt... rahasia apa yang masih ada, maka berusahalah untuk selalu jujur tanpa rahasia, sehingga tidak akan menjadi beban pada suatu saat nanti...

stt... rahasia


don-t-tell-anyone pic by the4di at deviantart.com



Minggu, 08 Maret 2015

Basa Basi



Dalam keseharian sering kali entah itu di sadari atau tanpa di sadari banyak orang melakukan basa-basi dengan orang lain bahkan dengan keluarga sendiri. Bisa jadi secara tidak langsung basa basi merupakan sistem dari pembelaan diri, entah itu untuk membuat diri lebih nyaman dalam suatu tempat ataupun  bisa juga untuk mengambil suatu perhatian yang dapat menguntungkan diri sendiri.

Pernahkah bertanya dalam diri apa yang dilakukan dalam suatu komunikasi dengan yang lain merupakan murni rasa empati atau hanya suatu keinginan tertentu, yang berujung untuk suatu keuntungan sekecil apapun. Jika mau jujur  mungkin bisa menghitung dalam seharinya berapa persen suatu komunikasi juga tindakan yang merupakan basa basi atau murni dari empati diri.

Begitu pula dalam ritual menjalankan agama apapun itu, baiknya, dalam menjalankan ibadah tidak menuntut suatu keuntungan buat diri, walaupun meminta merupakan suatu hal yang manusiawi, tapi tingkat tinggi suatu ibadah merupakan murni suatu ketaatan dalam menjalaninya, dimana akan lebih baik lagi jika tanpa embel-embel melakukan ibadah demi sesuatu atau demi mendapatkan sesuatu, walaupun ibadah pada dasarnya untuk diri yang melakukannya, tapi lebih baik lagi melaksanakannya bukan karena menuntut atau untuk membutuhkan sesuatu...

Mungkin bisa bertanya kembali seberapa banyak kah atau apakah baik basa-basi yang dilakuakan kemarin, hari ini, dan esok...