Minggu, 08 Desember 2013

Moskow Ternyata Punya Pasar Malam

Menyambut tahun baru ini ternyata di Moskow punya tradisi sendiri, salah satunya adalah pasar malam. Tadinya saya kira   pasar malam itu hanya ada di Indonesia saja, tapi ternyata pasar malam juga ada di Moskow. Untuk masuk ke pasar malam ini tidak di pungut bayaran sedikitpun, padahal di Mokow terkenal mahal untuk masuk tempat hiburan.

Pasar malam ini di buka selam 3 hari tepatnya di depan pusat perbelanjaan kuno (sejak tahun 1893)  yang terkenal besar dan mewah serta menjual barang branded  yaitu GUM di lapangan merah area Kremlin. Walaupun dalam waktu 3 hari  berturut dengan hujan salju, tapi para pengunjung tetap banyak yang datang,  tidak heran rasanya karena di Moskow ini jarang banyak hiburan gratis  seperti ini. Di pasar malam ini kita bebas  gratis berfoto dengan salah para karyawan yang memakai kostum, Padahal biasanya untuk berfoto dengan orang yang memakai baju kostum di daerah Kremlin pada saat hari biasa harus bayar.

Menariknya pasar malam di Moskow ini para karyawan serta penjaga stan memakai kostum baju semua daerah  yang ada di Rusia dan kostum baju kerajaan kuno yang di pakai Rusia dahulu. dan pada area pasar malam ini juga dihiasi dengan pernak-pernik hiasan khas Rusia, jadi ada di pasar malam ini  berkesan hadir pada pesta rakyat di perkampungan Rusia kuno.
Banyak barang-barang yang di jual, seperti halnya pasar malam yang ada di Indonesia. Hanya bedanya yang di jual di sini berupa souvenir kas Rusia, baju-baju kostum daerah Rusia, juga makan-makanan khas yang ada di Rusia. Walaupun di buka di depan  GUM  tapi semua barang yang dijual dengan harga  tidak berbeda seperti hari biasanya. Kalau mau di pikir saya rasa mereka pasti sudah punya semua barang-barang ini, bahkan seharusnya sudah bosan membeli souvenir dan pernak-pernik khas negara mereka sendiri, tapi malah sebaliknya saya melihat ternyata banyak juga orang Rusia sendiri membelinya. Kelihatannya mereka bangga membeli pernak-pernik, souvenir atau kostum negaranya sendiri… pemandangan seperti ini yang jarang saya lihat dalam hati saya.
1386359648485937883
Pasar Malam (itsmine)
Kebetulan saya hadir pada malam terakhir bukanya pasar malam, dan malam itu salju juga sedang turun, suhu yang terlihat di android menunjukkan -12 derajat celcius, tapi mungkin karena ramainya pengunjung dan diterangi oleh lampu warna-warni di tambah keadaan yang meriah sehingga tidak terasa terlalu dingin.
Selai itu yang unik di sini juga para pengunjung di ajak untuk bermain permainan game tradisional daerah Rusia, seperti  uji lempar kayu, kemudian saling mengambil pita di punggung, dan lomba dorong kereta. Sehingga pada pasar malam ini berkesan kita sedang berada di perkampungan  yang sedang berpesta, yang semuanya gratis tanpa harus membayar.
Saya jadi berpikir mungkin baik rasanya kalau kita sekali dalam setahun juga mengadakan pasar malam seperti ini, dengan berbagai macam kostum daerah dan berbagai permainan daerah di Indonesia, semuanya secara gratis (kecuali memberi barang atau makanan pasti harus bayar), sehingga kita akan lebih bangga lagi dan juga merasa bisa lebih memiliki kebudayaan kita sendiri.
Nice word ; Bangsa yang mempunyai cita rasa seni adalah bangsa yang melestarikan dan menghargai budayanya